Lathifah Alfi Rahmani
Saran Ibu Mengantarkannya ke Tingkat Nasional
Beritalahat.
Menjadi siswa berprestasi tentunya tidak mudah, bisa dibayangkan bagaimana bertarung dengan ribuan siswa dan menjadi yang nomor satu. Lathifah Alfi Rahmani, Siswi SMA Negeri 4 Lahat, kelas XII IPA ini anak kedua dari pasangan Drs. Susilotomo (45) guru biologi SMA Negeri 4 Lahat dengan Dra. Nuraina Sy. (45) guru Biologi SMP Negeri 1 Lahat. Lahir tanggal 22 Januari 1991 di Pasar Bawah sore hari di tempat Bidan Lusi, banyak prestasi dan pengalamannya dalam mengkuti kegiatan lomba Saint.
Lathifah menuturkan bagaimana dirinya bisa menjadi siswa berprestasi dan mendapatkan medali dalam olympiade Saint sampai bertarung ke tingkat nasional. Menurutnya saat ditemui Beritalahat di kediamannya di Perumahan Slawi, “Saya tidak memaksakana diri saya untuk belajar di rumah, kalau malas ya tidur. Tapi ketika belajar di kelas dengan guru harus focus, jangan main-main. Biasanya saya belajar setelah shalat Tahajud, atau sebelum shalat Tahajud. Jarang belajar kelompok, karena belajar kelompok itu banyak bermain daripada belajarnya. Mangkanya kalau orang-orang sedang belajar saya tidur, ketika orang tidur saya belajar. Orang tidak tahu kapan saya belajarnya. Karena ketika orang terbangun saya masih tidur, Hehehe…,”
Gadis bersahaja ini mengutarakan bagaimana mengatur waktunya menyesuaikan dengan hobinya atau dalam memanfaatkan waktu senggangnya.
“Hari libur saya gunakan untuk jogging atau nonton tv, kadang melakukan kegiatan hobinya baca Dora Emon, dan Sudoku (permainan angka dari Jepang), ini hobi yang baru saya temukan,” ujarnya.
Banyak waktu digunakan untuk mencapai berbagai keinginannya tanpa melupakan anjuran orang tuanya, tentunya masih dalam rambu-rambu menuju kehidupan yang lebih baik.
“Saya memiliki target, dalam hal-hal tertentu, dan dalam belajar saat ini, saya sedang mengejar untuk mendapatkan Beasiswa Kemitraan Naisonal dari Provinsi. Saya penegen kuliah di ITB, atau UGM atau Unpad dengan biaya pemerintah sehingga tidak merepotkan orang tua. Seperti selama saya naik pesawat terbang, tidak pernah biaya sendiri, karena dibiayai oleh pemerintah,” katanya sambil tertunduk.
Lathifah memiliki dua cita-cita, pertama cita-cita jangka pendek yang duniawi jadi Dokter dan cita-cita jangka panjang sebagai bekal nanti, ingin jadi Ustazah. Sebetulnya saya ingin jadi orang yang berguna dan dikenang melalui profesi Dokter. Karena dokter Lahat itu masih sangat minim apalagi dokter spesialis. Saya kasihan banyak pasien di rumah sakit tapi tidak ada dokternya, saya melihat ketika di Unit Gawat Daryurat (UGD) tidak ada dokter yang menyambutnya, harus nunggu dengan waktu yang lama. Lagi pula banyak dokter enggan ditempatkan di kota terpencil seperti Lahat.
Selain dokter, Lathifah juga berkeinginan menjalankan syariah agama dengan berdakwah, jadi dokter sambil berdakwah. Oke Kan?. (Jajang R Kawentar)
Prestasi :
2008 – Juara 1 Siswa Berprestasi Tingkat SMA Se-Kabupaten Lahat
2008 – Juara 2 Siswa Berprestasi Tingkat SMA Se-Propinsi Sumsel
2008 – Juara 1 Siswa Berprestasi Tingkat SMP Se-Kabupaten Lahat
2005 – Juara 2 Siswa Berprestasi Tingkat SMA Se-Propinsi Sumsel
2002 – Juara 1 Siswa Berprestasi Tingkat SD Se-Kabupaten Lahat
2002 – Juara 3 Siswa Berprestasi Tingkat SD Se-Propinsi Sumsel
Sebetulnya masih banyak lagi penghargaan lain, seperti juara Olympiade dan lomba lain yang diraihnya, tetapi menurutnya cukup itu, dengan nada merendah.
Saran Ibu Mengantarkannya ke Tingkat Nasional
Beritalahat.
Menjadi siswa berprestasi tentunya tidak mudah, bisa dibayangkan bagaimana bertarung dengan ribuan siswa dan menjadi yang nomor satu. Lathifah Alfi Rahmani, Siswi SMA Negeri 4 Lahat, kelas XII IPA ini anak kedua dari pasangan Drs. Susilotomo (45) guru biologi SMA Negeri 4 Lahat dengan Dra. Nuraina Sy. (45) guru Biologi SMP Negeri 1 Lahat. Lahir tanggal 22 Januari 1991 di Pasar Bawah sore hari di tempat Bidan Lusi, banyak prestasi dan pengalamannya dalam mengkuti kegiatan lomba Saint.
Lathifah menuturkan bagaimana dirinya bisa menjadi siswa berprestasi dan mendapatkan medali dalam olympiade Saint sampai bertarung ke tingkat nasional. Menurutnya saat ditemui Beritalahat di kediamannya di Perumahan Slawi, “Saya tidak memaksakana diri saya untuk belajar di rumah, kalau malas ya tidur. Tapi ketika belajar di kelas dengan guru harus focus, jangan main-main. Biasanya saya belajar setelah shalat Tahajud, atau sebelum shalat Tahajud. Jarang belajar kelompok, karena belajar kelompok itu banyak bermain daripada belajarnya. Mangkanya kalau orang-orang sedang belajar saya tidur, ketika orang tidur saya belajar. Orang tidak tahu kapan saya belajarnya. Karena ketika orang terbangun saya masih tidur, Hehehe…,”
Gadis bersahaja ini mengutarakan bagaimana mengatur waktunya menyesuaikan dengan hobinya atau dalam memanfaatkan waktu senggangnya.
“Hari libur saya gunakan untuk jogging atau nonton tv, kadang melakukan kegiatan hobinya baca Dora Emon, dan Sudoku (permainan angka dari Jepang), ini hobi yang baru saya temukan,” ujarnya.
Banyak waktu digunakan untuk mencapai berbagai keinginannya tanpa melupakan anjuran orang tuanya, tentunya masih dalam rambu-rambu menuju kehidupan yang lebih baik.
“Saya memiliki target, dalam hal-hal tertentu, dan dalam belajar saat ini, saya sedang mengejar untuk mendapatkan Beasiswa Kemitraan Naisonal dari Provinsi. Saya penegen kuliah di ITB, atau UGM atau Unpad dengan biaya pemerintah sehingga tidak merepotkan orang tua. Seperti selama saya naik pesawat terbang, tidak pernah biaya sendiri, karena dibiayai oleh pemerintah,” katanya sambil tertunduk.
Lathifah memiliki dua cita-cita, pertama cita-cita jangka pendek yang duniawi jadi Dokter dan cita-cita jangka panjang sebagai bekal nanti, ingin jadi Ustazah. Sebetulnya saya ingin jadi orang yang berguna dan dikenang melalui profesi Dokter. Karena dokter Lahat itu masih sangat minim apalagi dokter spesialis. Saya kasihan banyak pasien di rumah sakit tapi tidak ada dokternya, saya melihat ketika di Unit Gawat Daryurat (UGD) tidak ada dokter yang menyambutnya, harus nunggu dengan waktu yang lama. Lagi pula banyak dokter enggan ditempatkan di kota terpencil seperti Lahat.
Selain dokter, Lathifah juga berkeinginan menjalankan syariah agama dengan berdakwah, jadi dokter sambil berdakwah. Oke Kan?. (Jajang R Kawentar)
Prestasi :
2008 – Juara 1 Siswa Berprestasi Tingkat SMA Se-Kabupaten Lahat
2008 – Juara 2 Siswa Berprestasi Tingkat SMA Se-Propinsi Sumsel
2008 – Juara 1 Siswa Berprestasi Tingkat SMP Se-Kabupaten Lahat
2005 – Juara 2 Siswa Berprestasi Tingkat SMA Se-Propinsi Sumsel
2002 – Juara 1 Siswa Berprestasi Tingkat SD Se-Kabupaten Lahat
2002 – Juara 3 Siswa Berprestasi Tingkat SD Se-Propinsi Sumsel
Sebetulnya masih banyak lagi penghargaan lain, seperti juara Olympiade dan lomba lain yang diraihnya, tetapi menurutnya cukup itu, dengan nada merendah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar