Jumat, 12 Desember 2008

Mahasiswa STKIP SERA Lahat Bergejolak


Berita Lahat.
Selasa, 17 November 2008, Walebi bersama teman-temannya berniat menuju ke kampus STKIP Sera ketika 20 orang lebih mendatanginya. Perang mulut sempat terjadi, dan diakhiri dengan pemukulan Walebi oleh dua orang dari rombongan. Peristiwa ini terjadi pukul 14.30 WIB di simpang Telkom Lahat.
Seorang saksi yang masih teman Walebi, melihat peristiwa tersebut mengakui mengenali salah satu pelaku.
Alhasil, wajah Walebi lebam dan luka di hidung, pipi dan kening. Merasa teraniaya, Walebi melaporkan peristiwa pengeroyokannya itu ke Polres Lahat.
Sebelum pengeroyokan ini terjadi, Walebi bersama seluruh mahasiswa STKIP SERA mengadakan rapat besar guna menggugat pihak yayasan agar membenahi kualitas pendidikan di STKIP SERA baik itu sarana fisik, administrasi terlebih lagi sistem pengajaran.
Musyawarah yang berlangsung di pendopoan gedung pramuka Ribang Kemambang tersebut, dihadiri oleh 500 lebih mahasiswa/i, 14 November 2008, musyawarah itu berlangsung selayaknya demonstrasi.

Musyawarah tersebut guna menyatukan suara mahasiswa untuk menentang system pengajaran dan admisnistrasi di STKIP Sera.
Mahasiswa menuntut agar kebobrokan STKIP Sera segera dibenahi, terutama fasilitas yang minim, seperti belum adanya gedung sendiri yang membuat STKIP Sera ini menumpang pada SD Kartika Candra Kirana dan salah satu jurusan; Fisika, belum diperpanjang izin operasinya sejak tahun 2004. Hal ini membuat mahasiswa resah dengan status kesarjanaannya nanti.
“Pernah ada mahasiswa STKIP Sera yang tidak diakui izazahnya, dan pihak yayasan masih menerima mahasiswa sampai tahun 2008 ini,” jelas Walebi di sela-sela musyawarah.
Selain itu juga, mahasiswa mengeluhkan mahalnya biaya pendidikan di STKIP Sera Kabupaten Lahat ini, biaya semester sebesar Rp. 1,3 juta, sedangkan menurut beberapa mahasiswa, program-program pendidikan tersebut tidak berjalan dengan apa yang diharapkan mahasiswa seperti PPL dan KKN.
“Seharusnya PPL diadakan diluar STKIP tapi kami hanya berada di ruang STKIP saja,” kata Putra, pernyataan itu juga dibenarkan oleh beberapa mahasiswa yang lain.
semenjak masa berdirinya, STKIP Sera telah meluluskan sebanyak tiga angkatan, setiap angkatan berkisar 30 sampai 50 wisudawan dan wisudawati.
Seluruh mahasiswa yang hadir membulatkan tekadnya meminta kepada pihak yayasan agar tuntutannya dipenuhi, untuk menyatukan persepsi seluruh mahasiwa membacakan sebuah deklarasi.
“Sebagai bentuk perlawanan mahasiswa, sebelum tuntutan kami dipenuhi, kami semua akan mogok belajar, mulai besok sampai waktu yang tidak ditentukan,” kata Yudi

Forum Mahasiswa Bersatu (FMB) dalam musyawarah tersebut membagikan selebaran yang berisikan 12 tuntutan
12 TuntutanMahasiswa STKIP SERA Lahat
1. Biaya administrasi KKN, (P4M), skripsi dan ujian serta wisuda yang dibebankan kepada mahasiswa terlampau tinggi, dan pelaksanaan wisuda sering ditunda.
Contohnya a. biaya P4M Tahun akademik 2007/2008 rp. 1.975.000 /mahasiswa
-biaya Skripsi 20062007 Rp. 1.500.000
biaya skripsi 2007 2008 Rp. 1.50.000
biaya wisuda 2007 2008 Rp. 3.800.000
penjelasan : penggunaan dana tidak jelas dan setipa tahun biaya mengalami kenaikan
2. Penipuan public di situs resmi www.stkipseralahat.ac.id mengenai sarana dan prasarana
3. Fasilitas yangtidak memadai dan tidak sesuai dengan biaya per semester, meliputi:
a. Tidak direalisasikannya oleh yayasan untuk membangun sarana gedung perkuliahan seperti tertera di www. Yang merupakan suatu kebohongan yang pada kenyataannya dapat dilihat pada lampiran
b. Kurangnya ruang kelas mengakibatkan seringnya mahasiswa tidak belajar (potre belajar di kolom terlamp[ir
c. Tidak adanya sarana pendukung seperti laboratorium, perpustakaan seperti yang tertera di www, tidak ada sama sekali, apalagi labpratorium computer, laboratorium IPA, dll. Fasilitas yang mereka sediakan hanya gedung perluliahan yang menumpang
d. Kampus menunpang di gedung SD Kartika II lahat milik yayasan kartika jaya dibawah PD II Sriwijaya, beralamat di Jalan Serma Jamis komplek SD Persit kartika jaya cabang lahat (dekat Pt. Telkom Lahat Benteng)
4. Mahasiswa tahun akadmik 2007/2008 belum meiliki kartu tanda mahasiswa (KTM) sampai sekarang
5. Izin operasional khusunya jurusan fisika tidak diperpanjang sejak tahun 2004 sampai dengan sekarang, namun pihak yayasan masih menerima mahasiswa baru untuk jurusan tersebut.
6. Tidak adanya dana kemahasiswaan, semua kegiatan tidak pernah mendapatkan dukungan dari pihak yayasan baik materi maupun moril.
7. Sistem manajemen pegelolaannya adalah manjemen keluarga. Staf pengelola diangkat dari mahasiswa yang masih aktif kuliah yang aggita keluarganya sendiri.
8. Mahasiswa diwajibkan membeli fotokopi buku yang nilai nya Rp. 200.000 dijual ke mahasiswa Rp. 75.000 oleh ketua I stkip sra lahat
9. PPL II mahsiswa tahun akademik 2005/2006 yang semestinya dilaksanakan diluar kampus (sekolah-sekolah) hanya dilaksanakan dilingkup kampus dan mengalami pengunduran satu semester oleh yayasan.
10. Terpisahnya lokasi secretariat admisnistrasi dengan kampus (lokasi perkuliahan) sehingga menyulitkan proses administrasi mahasiswa (sekeretariat di rumah ketua STKIP SERA lahat beralamat di Jl. H. Djamaan ST Sinaro terminal baru Muara Siban Lahat)
11. Tidak adanya pantauan langsung dariketua yaysan STKIP SERA terhdsap kegiatan belajar mengajar
12. Yayasan tidak berpihak kepada mahasiswa
(Pinasti S Zuhri)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar